Tampilkan postingan dengan label Puisi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Puisi. Tampilkan semua postingan

Selasa, Mei 19

Malam tak kan selamanya indah
berhias bintang yang berkilau
serta sinar rembulan yang terang
kadang bintang menghilang
meninggalkan langit yang menghitam
bulan temaram tertutup dedaunan

Siang tak kan selalu benderang
oleh sang surya yang perkasa
memancarkan keagungannya
ia redup
tertutup awan hitam
langit pun kelam

jua cinta yang tak kan selalu bahagia
ada harapan
yang membuat kita cemburu
yang membuat kita kecewa
yang membuat kita merana
karena harapan itu hilang
tanpa sisa yang berarti
bersama cintanya

Rabu, April 29

Aku hidup bersama ribuan semut dan nyamuk
Aku mati bersama jutaan cacing yang kan menggerumuti jasadku
hingga habis seluruh dagingku dan kafan yang menutupi
tinggalah tulang tulangku yang kian lama juga kan merapuh

Aku hidup bersama cinta
cinta orangtua yang aku tak punya
karena ia telah tiada
sejak aku terlahir di dunia
lalu cinta siapa
cinta dari semua yang sudi memberi cintanya untukku

Bila telah tiba waktuku
mati
selamat tinggal untuk semua cinta yang telah hadir dalam hidup aku

Sabtu, Februari 21

Sahabatku

Sahabatku..
Tak seorangpun tahu
Dimana puncak perjuangan ini
Sementara waktu terus bergulir
Tak kan pernah kembali

Sahabatku...
tak seorangpun tahu
dimaa letak celah itu
Celah yang mampu menyatukan cita kita
Celah yang ka menjadi pemisah diantara kita

Perjalanan ini kian jauh
Sementara engkau...
Tiada waktu berbenah diri
Kesibukan telah merampasmu
Mengambil seluruh milikmu

Dan aku...
Berharap engkau tuk kembali
Walau tiada pasti
Hanya untaian kalimat indah
Disepajang malamku
Menantimu
Mrapikan kembali serpihan cita kita dulu
yang kau ucapka untukku

Aku Mau

Aku mau menjadi sahabat
Yang selalu hadir
Saat semua menjauh
Saat semua tiada

Aku mau Menjadi sahabat
Yang selalu ada
Dalam setiap duka
Dalam setiap bahagia

Aku mau menjadi sahabat
Yang terbaik
Kuberikan untuk semua

Hari ini

Hari hari ini begitu cepat
Saat hari pertama
Aku mendapat gaji dari hasil kerjaku

Aku menjadi benar benar sadar
Betapa “tipisnya” aku

Tahun baru ini pun aku sesak
Aku jera
Kesal

Kemana aku sampai tak sadar posisiku
Kemana cita dan asaku

Saat KKN penuh semangat
Juga saat ku dapat cinta yang ku harap
Semua menggugurkan daun asaku

Sabtu, September 20

Pagi

Pagi....
Saat mentari menyongsong
Bersinar terang
Menghangatkan persada
Burung-burung berterbangan
Berkejaran
Berkicau bersahutan
Seolah pagi ini milik mereka

Bumi....
Enggan beranjak tuk pergi
Walau berkali dihianati
Walau berkali tersakiti
Walau berkali terlukai
Aku....
Pantaskah aku menyerah
Pantaskah aku pasrah
Pantaskah aku berhenti
Di sudut jalan penuh duri

Dunia...
Seakan tak perduli
Membiarkanku tersudut di jalan ini
Dengan luka tak berperi
Menanti ajal tiada pasti
Sampai bila jiwaku pergi
Dan tak pernah kembali

Aku Mencari

Aku mencari....
Setiap untaian kata
Yang keluar dari bibir manismu
Kata demi kata yang begitu berarti bagiku

Aku mencari....
Setiap tatapan nakal
Dari bola matamu yang bening
Adakah rahasia
Yang tersimpan apik
Yang tak pernah aku tahu

Aku mencari....
Setiap gerak tubuhmu
Lambaian tanganmu
Sentuhan jemarimu
Yang selalu aku rindu

Aku mencari....
Setiap senyum ramah
Yang menghiasi wajahmu
Adakah ketulusan yang terpancar???

Aku mencari...
Dan terus mencari adakah cinta dihatimu
Selalu hanya untukku