Senin, Juli 4

the last but not the least

hampir 2 tahun aku mengajar d SMKN 3. Di awali dengan menggantikan posisi k'desi yang udah g bisa ngajar lagi karna udah keterima di PN. itulah alasan beliau. ckckck... akupun menerima tawarannya. selain gak pernah mengajar d sekolah selepas PPL tetapi juga ketertarikan dengan label sekolah yang aku anggap sangat luar biasa.

Hari pertama mengajar merupakan sesuatu yang sangat d tunggu buat aku. "kira2 seperti apa ya siswa siswinya? pintar n agak pendiam. atau biasa2 aja tapi sangat mengasyikan?". kebetulan aku hanya mengajar di dua kelas yang keduanya adalah jurusan Administrasi Perkantoran. Bisa d tebak, hampir kesemuanya pasti perempuan. aku tak mau berfikir lebih. Dari pada mengira2 terlalu jauh mendingan tunggu aja tanggal maennya.

AP2 the first class, aku masuk bersama pak Razali dan dengan senang hati beliau memperkenalkan aku d depan para siswa siswi. dag dig dug... jantungku berdebar hampir sama persis ketika seorang pria menyatakan cintanya padaku. Ku tatap semua mata mereka satu persatu. I just want to they know that "we are here". surprise, aku ngerasa kalo aku bukan d kelas biasa. aku bukan d kelas seperti yang pernah aku ajar d SMA Mujahidin. Tapi aku berada di kelas yang 90% siswanya perempuan and all of them look so beautiful with their make up. Hanya ada sekitar 7 siswa laki2. Kalo aku ngebayangin d dunia ini hanya ada 7 laki2 dengan jumlah perempuan yang hanya 35, so pasti para cewek berusaha untk tampil secantik mungkin biar bisa daptin sang cow. syukurnya cuma di SMKN 3 means, masih ad banyak cow yang keren2 and guanteng2 d luar sana.. but girls... beauty comes from your inside...

Let's go to AP3... Sangt berbeda tentunya dengan AP2. beda kelas n beda para siswanya. mereka lebih apa adanya. lebih tomboy dengan gayanya... hanya rambut yang sesekali di sisir biar lebih rapi... tuh... paling yang d ujung aja yang berani pake maskara. yang lain cuma bedak babi and sisir.

kesimpulan besar yang bisa aku ambil dari kedua kelas adalah; first, aku akui keduanya memiliki low interest terhadap mapel bahasa inggris, alasan pasti mengapa bisa seperti itu aku jg tak tau. secondly, they have lack knowledge of english. hanya beberapa di antara mereka yang benar2 faham and bisa cepat mengerti dengan materi bahsa ingrisnya. lastly, low interest yang mereka miliki and juga low motivation mereka utk belajar bahsa inggris membuat mereka tdak tertarik mempelajari bahasa inggris lebih serius. padahal kalo mereka mau manfaatnya gede buanget buat masa depan mereka. but they don't realize it...

banyak hal yang aku alami saat pertama mengajar sebagai guru honor d SMKN 3 ini. dari kecupuan ku sbg seorang guru n juga sikap idealis aku untuk bisa menjadi guru yang so perfect menurut beberp versi. keluguanku juga yang tak jarang menginspirasi para guru lain tertawa dengan sikap aku yang curhat dengan gaya aku ..yang apa adanya. mau di apakn lagi, kalo boleh memilih tentu aku pingin juga memiliki wajah yang rada rada sangar and suara bak halilintar, tapi yang Allah berikan justru sebaliknya. Suara lembut nan pelan plus wajah yang sangat jauh dari sangar... hikhikhik...
walau sebenarnya banyak juga guru yang kewalahan dengan skap murid2nya.

"ya allah... aku tuh ya nyuruh anak2 kelas sekian buat bersihkan kelas tak ad satupun yang bergerak... memang mereka nich ya kesal aku d buatnya" kata seorg guru yang tiba2 membanting buku di atas mejanya dan berbicara dengan nada keras di ruang guru.
sedangkan aku...

"ya allah bu, anak kelas ap2 ko' kayak gtu ya...? d kelas pada dandan semua. padahal sy lagi jelaskn. d kasih tau tak ad satupun yang mau nyimpan. gmn ya bu ngadepin anak2 kayak gini."
ya begitulah...

meski kadang menyesakkan tapi sunnguh begitu banyak kesan menyenangkan yang mendalam... menjadikan diri sebagai orang yang lebih bijak dalam melihat situasi dan menilai orang lain,,, so, aku sangat bersyukur bisa melewatkan proses ini bersama mereka,,,

aku fikir, aku akan mengakhiri hidupku... hehehe... maksudku berhenti ngajar di SMKN3 karna udah sangat kewalahan... semula aku memang berfikir demikian..
tapi tiba tiba...
'Lo ko' nyerah. pada dasarnya para siswa adalah individu yang unik. yang pada usianya saat ini mereka sedang mencari jati diri. mereka membutuhkan pembimbing. kalo kita bisa bimbing mereka, berarti kita juga akan menjadi salah satu faktor penentu kesuksesa mereka. semua yang mereka lakukan akan sebuah proses yang dulu kita juga mengalaminya saat kita seusia mereka. Kewajiban sebagai seorang guru ya memberi arahan pada mereka... bukannya nanti kamu juga bakal jadi guru,,, so, kamu akan menghadapi semua ini. just take it easy and keep going."

DUG....
Ya Allah...
tak seringan yang aku fikirkan untuk menjdi guru. hanya menyampaikan materi gak peduli mereka ngerti ato gak... masuk kelas ngajar, gak peduli mereka lagi boring ato gak. kasih hukuman buat yang gak ngerjakan task, gak peduli denagn kondisi mereka,,, false paradigm.

"Jadi gimana..."

Tapi apa iya, aku mampu untuk melanjutkan semua ini... Tuhan...
Apa aku salah ngambil jurusan. huuuu...

"Hmm,,, Saya coba, satu tahun kedepan ya bu,,,"
"Oh bagus itu... Jangan menyerah. Semua bisa jadi ibadah."
"Makasih bu..."

Then,,,
Memulai dari awal jauh lebih mudah daripada melanjutkan...
aku mendapat kepercayaan lebih besar... dua kali lipat dari yang aku kira.
alhamdulillan dan astaghfirullah...
berharap bisa lebih baik...
tak banyak hal yang ingin aku tuliskan sekarang... karna aku ingin menuliskanya secara terpisah.... terlalu banyak. dan aku tak ingin ada yag terlewatkan...
setahun berlalu,,,
semoga sedikit cacat yang tertinggal...
aku tak berharap lebih selain mereka bisa menyerap ilmu yang ku sampaikan dan bermanfaat sampai nanti. amiieen....

setahun telah berlalu...
aku ingin kembali pada studiku,,,
setahun telah berlalu...
aku ingin memperjelas n mempertajam arah n tjuan hidupku,,,
aku ingin semua semakin jelas,,,
tidak ada yang kabur,,, sehingga totalitas bisa lebih terarah dan terlihat memuaskan hasilnya... amienn...

Tidak ada komentar:

Posting Komentar